Gerobakita | Gerobak Rombong Keliling

Untuk menjajakan produk kuliner, kita perlu memperhatikan lokasi untuk berjualan. Tentu lokasinya harus strategis, yaitu sesuai dengan target pasar kita. Bisa di depan teras minimarket, di kantin sekolah/kampus, atau pun di mall. Namun terkadang kita kesulitan untuk menentukan lokasi berjualan, dan terkadang harga sewa yang ditawarkan tidak sesuai dengan budget kita. Tapi jangan khawatir, karena ada solusi untuk hal tersebut.

Sobatkita pasti sering melihat pedagang keliling yang menjajakan bakso, cilok, nasi goreng, roti, dan lain-lain. Ada yang berkeliling dengan berjalan kaki, menggunakan motor, atau dengan digoes (gerobak dengan sepeda). Dengan berjualan keliling, kita lebih leluasa menjemput pembeli, dan menghemat biaya sewa.

Berikut ini beberapa alternatif gerobak untuk berjualan keliling :

  • Gerobak/Rombong Dorong

Gerobak ini untuk berjualan keliling dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Bahan gerobaknya tentu yang tidak terlalu berat (aluminium), dan menggunakan roda motor serta roda kecil agar mudah didorong.

  • Gerobak/Rombong Motor Box

Gerobak ini diletakkan di atas dudukan motor bagian belakang. Ukurannya tidak terlalu besar, sehingga tidak terlalu berat saat berkeliling. Yang perlu diperhatikan disini peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ukuran gerobak. Ukuran gerobak sendiri untuk panjangnya maksimal 100 cm dengan lebar 40 cm. Selain itu jenis motor yang nantinya digunakan untuk berjualan harus diukur dengan baik sehingga gerobak dapat diletakkan dengan pas di atas motor.

  • Gerobak/Rombong Becak

Gerobak becak, yaitu gerobak dengan becak dengan rangka besi di bagian belakangnya. Gerobak ini dapat digunakan untuk berjualan keliling dengan jarak yang lebih jauh daripada gerobak dorong. Ukuran yang ideal untuk gerobak becak maksimal 120 cm, agar tidak terlalu besar dan mudah untuk dikendarai.

Beberapa contoh gerobak mobile di atas, semoga bisa mengispirasi Sobatkita untuk menentukan gerobak yang akan digunakan untuk berjualan.

Leave a Reply